10 Hal Yang Disunnahkan Pada Saat “Malam Pertama”

Bagaimana Membuat Malam Pengantin Yang Indah Dan Berkesan Selamanya….!

      Sebagian dari para pasangan yang baru menikah tidak mengetahui bagaimana memaksimalkan Malam Pertama mereka… Asal main Terjang dan Terobos adalah Fokus aktivitas utama… Al hasil banyak yang loyo atau bahkan Kesakitan ketimbang Merasakan Nikmat Dan Puasnya Terutama Yang Dialami Pada Pengantin Wanita… Sesungguhnya Malam pertama bukan melulu Berhubungan Badan… Tapi Lebih jauh lagi Yaitu menyatukan Emosi dan Perasaan antara Dua Insan… Oleh karena itu hendaknya dilakukan dengan cara yang Benar… Lantas Bagaimana cara menggauli istri yang Benar…? Adab dan Tata cara menggauli Istri yang benar adalah seperti yang di contohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW….

     Islam adalah agama yang Lengkap yang mana ajarannya meliputi semua aspek kehidupan tak terkecuali Pernikahan… Berbicara pernikahan tak akan lepas dari “Malam Pertama”… Malam pengantin bagi pasangan suami istri hendaklah penuh dengan Suasana Kelembutan, Kasih Sayang dan Kesenangan. Malam yang Menghubungkan suami dengan istrinya dengan Tali Kasih Sayang dan cinta dan dapat menghilangkan Kecemasan dan Ketakutan serta menjadikan Istrinya merasa tenang dengannya.

     Berikut beberapa Adab yang disebutkan didalam Agama Islam untuk membentuk kehidupan baru, semoga Bermanfaat :

  1. Berhias dan mempercantik diri.
    S
    angat Dianjurkan Pasutri Habis Mandi dan menggunakan Harum-Haruman… karena  Bau aroma badan yang menyengat bisa merusak suasana keromantisan…     Hendaknya seorang istri mempercantik dirinya dengan apa-apa yang dibolehkan Allah SWT… Pada dasarnya hal ini dibolehkan kecuali terhadap apa-apa yang diharamkan oleh dalil seperti mencabuti alis dan bulu diantara keduanya atau mengeroknya, menyambung rambut dengan rambut lain, mentato, mengikir gigi agar lebih cantik.

    Berhias Dimalam Pengantin

  2. Tenang Dan Jangan Tergesa- Gesa.
    Memilih Waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri  juga merupakan faktor utama berkualitasnya Malam Pertama anda… Sebaiknya Jangan Dilakukan disaat Ada banyak tamu ingin bertemu dengan anda… jangan dalam keadaan menahan air kencing… Jangan Dilakukan Disaat anda dan pasangan Masih Sangat Capek…Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
    “Seseorang diantara kamu janganlah sekali-kali menyetubuhi istri seperti seekor hewan bersenggama, tetapi hendaklah ia dahului dengan perantaraan (pemanasan). Salah seorang sahabat ada yang bertanya, Apakah perantaraan itu…? Rasulullah menjawab: Yaitu ciuman dan ucapan romantis”.
    (HR. Bukhari dan Muslim).

    Love_Couple

  3. Berdoa Dan Mengerjakan Sholat 2 Rokaat.
    Sebelum Sholat Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun isterinya seraya mendo’akan baginya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا (وَلْيُسَمِّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ) وَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ.“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari
    kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.”

    sunat-ketika-akad-nikah

         Seseorang datang kepada ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, lalu ia berkata, ‘Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.’ ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua raka’at di belakangmu. Lalu ucapkanlah (berdo’alah):

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِيْ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْهُمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

    “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.”

    Pengantin-Baru

  4. Bercumbu Rayu Dengan Penuh Kelembutan Dan Kemesraan.
    Berikan pujian dan sanjungan buat istri diiringi ciuman dan belaian…
    belaian dan ciuman ini sangat membantu supaya cairan pelicin yang secara alami tersedia di Dalam alat kelamin wanita keluar cukup banyak… supaya saat penetrasi/melakukan hubungan suami istri… istri tidak mengalami kesakitan pada alat kelaminnya…
  5. Berdoa Sebelum Bersetubuh.
    Berdo’a sebelum jima’ (bersenggama), yaitu ketika seorang suami hendak menggauli isterinya, hendaklah ia membaca do’a:

    بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا.“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.”

    Rasulullah Muhammad Sallallaahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:
    “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan bisa membahayakannya selama-lamanya.”

    Mesra

  6. Suami Boleh Menggauli Isterinya Dengan Cara Bagaimanapun Yang Disukainya Asalkan Pada Kemaluannya.
    Allah
    Ta’ala berfirman:

    نِسـَاءُكُـمْ حَرْثٌ لَـكُمْ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنَّى شِئْـتُمْ“Isteri-isteri kalian adalah ladang bagi kalian. Maka datangilah ladang kalian itu sebagaimana kalian menghendaki”.
    (Al Baqarah: 223)

    Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

    (مقبلة ومدبرة إذا كان ذلك في الفرج (رواه البخاري ومسلم

    “Dari depan maupun belakang (boleh dilakukan) apabila hal itu pada kemaluannya”.

    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah Muhammad  Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

    أَقْبِلْ وَأَدْبِرْ، وَاتَّقِ الدُّبُرَ وَالْحَيْضَةَ.

    “Setubuhilah isterimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi hindarilah (jangan engkau menyetubuhinya) di dubur dan ketika sedang haidh.

  7. Jangan Egois.
    P
    ada Umumnya Laki-Laki Lebih Mudah Puas Atau Orgasme Yaitu Ditandai Dengan Keluarnya Air Mani… Kondisi Cepat Keluarnya Laki-Laki Ini Berbahaya Karena Belum Tentu Istri Sudah Terpuaskan Atau Mengalami Orgasme…Padahal Wanita Tetap Bisa Hamil Tanpa Mengalami Orgasme… Karena Itu Tunda Keluarnya Sperma Selama Mungkin… Sampai Wanita Juga Sudah Mengalami Orgasme… Karena Bila Lelaki Sudah Mengeluarkan Sperma Biasanya Diikuti Dengan Melemasnya Alat Kelaminnya…     Dan Kondisi Ini Sesungguhnya Merupakan Siksaan Berat Bagi Kaum Wanita… Tapi Mereka Kebanyakan Diam Karena Malu Untuk Mengungkapkannya…“Apabila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, maka hendaknya ia berlaku jujur. Barangkali ia mengakhiri hubungan sebelum istri terpenuhi hajatnya, maka janganlah terburu-buru mengakhiri hingga istri terpenuhi hajatnya pula.” 

    Dalam suatu hadits disebutkan:
    “Jika seseorang di antara kamu bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan. Kemudian kalau ia menyelesaikan kebutuhannya (puas) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, maka janganlah ia buru-buru mencabut (penisnya) sampai istrinya menemukan kepuasannya.” (HR. Abdur Razaq dan Abu Ya’la, dari Anas)

    D
    i sini, hal yang harus dicermati oleh seorang suami adalah bahwa, hubungan seksnya dengan istri merupakan hubungan interaksi yang termasuk dalam konsep Ta’awanu ‘Alal Birri Wat Taqwa, bekerjasama dalam mencapai kebaikan dan ketakwaan. Di situ ada kepentingan fitrah manusia, kepentingan menjaga kesucian diri, kepentingan mencari kepuasan secara halal, kepentingan membahagiakan pasangan, kepentingan menjaga keharmonisan dan keutuhan rumah tangga dan setumpuk kepentingan yang lainnya.

    M
    aka tidak boleh bagi seorang suami membiarkan istri tanpa mencapai orgasme. Seorang suami yang selalu menyelesaikan hajat seksualnya dengan kurang memikirkan kepuasan pasangannya jelas-jelas telah merusak banyak kemaslahatan tanpa dia sadari. Ia harus bertaubat kepada Allah Ta’ala dan merubah cara berhubungan seksnya. Kalau tidak, ia akan menanggung akibat buruknya di dunia dan di Akhirat.

    sunnah-yang-sering-ditinggalkan-pengantin-baru-saat-malam-pertama

  8. Jika Seorang Suami Ingin Mengulangi Jima’, Maka Disunnahkan Untuk Berwudhu
    Membersihkan Kemaluan Dan Berwudhu… Tapi Bila Dirasa Anda Memiliki Bau Aroma Tubuh  Yang Tidak Enak Yang Cukup Kuat Dianjurkan Mandi… Supaya Tidak Merusak Suasana…Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    إذا أتى أحدكم أهله ثم أراد أن يعود فليتوضأ .رواه مسلم“Apabila salah seorang di antara kalian menggauli istrinya (jima’), lalu dia ingin mengulanginya maka berwudhulah”.
    (HR. Muslim)

    Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata,

    كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ غَسَلَ فَرْجَهُ وَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ

    “Apabila Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu’ (seperti wudhu’) untuk shalat.”

  9.  Tidak Menceritakan Apapun Yang Terjadi Didalam Kamar Kepada Siapapun.
    Haram Hukumnya menyiarkan hal-hal yang rahasia diantara suami istri…  Kebanyakan orang mengira bahwa menyebarkan atau menceritakan apa yang terjadi antara suami istri di ranjang adalah sesuatu yang boleh, dan sebagian yang lain menganggap bahwa hal itu adalah bentuk kejantanan, bahkan di antara wanita ada yang menceritakan hal itu kepada anak-anak.Dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu adalah sesuatu yang diharamkan dan pelakunya adalah termasuk manusia yang paling buruk.Abu Sa’id al-Khudry Radhiallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

    إن من أشرِّ الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجلُ يُفضي إلى امرأته وتُفضي إليه ثم ينشر سرها (رواه مسلم)“Sesungguhnya yang termasuk manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli istrinya lalu dia menceritakan rahasianya (jima’ tersebut)”.
    (HR. Muslim)

    Rahasia

     

  10. Mandi Berduaan
    Dibolehkan bagi suami istri untuk mandi secara bersama-sama dalam satu wadah, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Aisyah berkata,”Aku mandi bersama Rasulullah SAW dari satu wadah antara diriku dengan dirinya. Tangan kami saling bergantian berebutan sehingga aku mengatakan,”tinggalkan (sedikit air) buatku, tinggalkan buatku.” Dia berkata,”Kami berdua dalam keadaan junub.”Dari hadits diatas maka diperbolehkan keduanya telanjang dan saling melihat aurat satu dengan yang lainnya.Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dari Muawiyah bin Haidah berkata,”Aku berkata,’Wahai Rasulullah. Apa yang dibolehkan dan dilarang dari aurat kami?’ beliau menjawab,”Jagalah auratmu kecuali terhadap istri atau budakmu.” Maka dibolehkan bagi salah seorang dari pasangan suami istri untuk melihat seluruh badan pasangannya dan menyentuhnya hingga kemaluannya berdasarkan hadits ini, karena kemaluan adalah tempat kenikmatan maka dibolehkan melihat dan menyentuhnya seperti bagian tubuh lainnya.

     Demikianlah Apa Yang Bisa Kami Sampaikan Semoga Membawa Manfaat Buat Kita Semua… Apabila Yang Kami Sampaikan Benar… Maka Ini Semua Berasal Dari Allah Dan Rosulnya… Dan Bila Ada Kesalahan  Maka Ini Murni Kesalahan Dan Kekurang Dalaman Penulis Dalam Mempelajari Ilmu Agama… Semoga Para Pembaca  Allah SWT Beri Anugerah Menjadi Keluarga Yang Sakinah Mawaddah Wa Rohmah Juga Segera Dikaruniai Anak Keturunan Yang Sholeh Dan Sholehah… Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.

Tolong Bagikan Di :

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>